Setiap hari nya terutama di akhir pekan, ribuan anak muda memadati kawasan Blok M di Jakarta Selatan. Tempat yang dapat dikunjungi di Blok M terbilang lengkap dan variatif, beragam aktivitas dapat dilakukan seperti wisata kuliner viral, thrifting barang bekas berkualitas, nongkrong di creative hub M Bloc Space, hingga bersantai menikmati udara sore di Taman Literasi. Karena kelengkapan fasilitas dan memiliki daya tarik tersendiri, muncul nama “Negara Blok M” sebutan lucu yang sering disebutkan oleh para Gen Z yang sering berkumpul di kawasan ini.
Tapi tahukah kamu siapa pencetus ide pengembangan kawasan Blok M, bahkan seluruh kawasan Kebayoran Baru? Kenalan dengan H. Mohammad Soesilo, lahir pada tahun 1899 di Hindia Belanda yang sedari kecil bercita cita menjadi seorang insinyur. Melanjutkan studi jurusan Arsitektur di Technische Hoogeschool te Bandoeng atau yang sekarang dikenal dengan Institut Teknologi Bandung. Setelah menyelesaikan studi nya, Mohammad Soesilo bekerja bersama mentornya yaitu Thomas Karsten yang merupakan perencana kota terkenal di Hindia Belanda yang merancang tata kota Bandung dan Malang.
Pada tahun 1948, Mohammad Soesilo yang saat itu bekerja menjadi perencana kota di Centraal Planologisch Bureau, menginisiasi masterplan Kota Satelit Kebayoran Baru. Masterplan ini dibuat dilatarbelakangi oleh hilangnya ribuan rumah yang hancur akibat kedatangan tentara Jepang dan juga adanya perkiraan peningkatan jumlah penduduk pada tahun 1952. Selain itu, pembangunan ini sejalan dengan visi Soekarno untuk membangun sebuah “Metropolis Modern” dengan Jakarta sebagai ibukota negara. Menjadikan Mohammad Soesilo orang Indonesia pertama yang merancang tata kota di Indonesia.
Lahan seluas 730 ha, yang awalnya akan dijadikan Bandar Udara baru disiapkan, sekitar 45% dari kawasan Kebayoran Baru dialokasikan untuk kawasan perumahan, 16% untuk ruang terbuka hijau, dan 14% untuk toko-toko serta bangunan lainnya. Sisanya, yaitu 25% dari kawasan Kebayoran Baru, dialokasikan untuk jalan. Awalnya hanya dirancang sebagai kota satelit, tetapi terus berkembang juga sebagai Garden City, setiap hunian disusun dalam sistem “Neighbourhood”, lengkap dengan ruang hijau dan fungsi yang saling terhubung. Dibagi menjadi 18 blok, meliputi blok A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, dan S.
Sumber : Digilib ITB — Devi Soraya “Bab III-Tinjauan Kawasan dan Analisis Kawasan” (2016)
Peletakan batu pertama dilakukan pada tanggal 18 Maret 1949. Pembangunan tersebut dilakukan oleh Yayasan Pusat Pembangunan Kembali (dalam bahasa Belanda: Centrale Stichting Wederopbouw, CSW). Pembangunan kota satelit Kebayoran Baru selesai pada tahun 1955.
Pada era Orde Baru, seiring pesatnya urbanisasi dan perubahan tata kota, blok blok lain mengganti namanya dengan nama jalan, dari total 18 blok, hingga saat ini hanya tersisa Blok A, Blok M, dan Blok S. Seiring perkembangannya, Blok M yang memang ditetapkan sebagai pusat ekonomi karena berada di pusat Kota Satelit Kebayoran Baru berubah menjadi tempat nongkrong anak gaul di era 1980an dipopulerkan oleh novel remaja seperti Lupus dan Catatan Si Boy. Di tahun 1992 pertama kali nya dibuka Mal Blok M, pusat perbelanjaan yang letaknya cukup unik karena berada di atas Terminal, setiap orang yang datang menggunakan moda transportasi bus, pasti akan mengunjungi Mal Blok M. Mal Blok M sempat berjaya hingga 2 dekade, namun mengalami pengurangan pengunjung setelah munculnya banyak pusat perbelanjaan lain, dan Blok M sempat ditinggalkan. Namun, tidak ada yang menyangka sejak ada nya Stasiun MRT sejak 2019 dan dan adanya M Bloc Space creative hub, membuat anak muda semakin tertarik dan berkunjung, sehingga Blok M mengalami kebangkitan pengunjung dan ramai hingga sekarang dengan berbagai aktivitas yang dapat dilakukan.
Daftar pustaka
Wikipedia. (2025). Kebayoran Baru. Wikipedia, The Free Encyclopedia. Diakses 4 Juni 2026
CNN Indonesia. (2026, 25 Mei). Rahasia Blok M bangkit lagi dari pusat belanja lawas jadi
magnet Gen Z. CNN Indonesia.
Bisnis.com. (2023, 13 Januari). Sejarah Mal Blok M, pusat belanja bawah tanah pertama
yang hilang pesona. Bisnis.com.
Novantara, P., Bachrioktora, H., & Kurnia, R. (2025). The middle class, the youth, the
highways: Production of space and urban memory in Blok M, Jakarta. International Review
of Humanities Studies, 10(1).
CNN Indonesia. (2026, 17 April). Skema kota satelit: Sejarah Blok M dan blok lain yang
terhapus waktu. CNN Indonesia.
Dathursrine. (2025, 5 November). Kebayoran Baru dan warisan urban "Blok." Medium.
Soraya, D. (2016). Bab III: Tinjauan kawasan dan analisis kawasan [Tesis]. Institut
Teknologi Bandung.
Bisnis.com. (2023, 13 Januari). Sejarah Mal Blok M, pusat belanja bawah tanah pertama
yang hilang pesona. Bisnis.com.
CNN Indonesia. (2026, 17 April). Skema kota satelit: Sejarah Blok M dan blok lain yang
terhapus waktu. CNN Indonesia.
CNN Indonesia. (2026, 25 Mei). Rahasia Blok M bangkit lagi dari pusat belanja lawas jadi
magnet Gen Z. CNN Indonesia.
Dathursrine. (2025, 5 November). Kebayoran Baru dan warisan urban "Blok." Medium.
Soraya, D. (2016). Bab III: Tinjauan kawasan dan analisis kawasan [Tesis]. Institut
Teknologi Bandung.
Novantara, P., Bachrioktora, H., & Kurnia, R. (2025). The middle class, the youth, the
highways: Production of space and urban memory in Blok M, Jakarta. International Review
of Humanities Studies, 10(1).
Wikipedia. (2025). Kebayoran Baru. Wikipedia, The Free Encyclopedia. Diakses 4 Juni 2026