Dalam dunia olahraga modern, tren baru terus bermunculan, dan salah satu yang kini banyak menarik perhatian adalah padel. Padel merupakan olahraga raket yang tergolong baru, pertama kali diperkenalkan di Meksiko pada tahun 1960-an. Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga ini mulai berkembang pesat di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Padel menarik minat banyak orang karena memadukan dua elemen yang disukai dari olahraga populer lainnya: kekuatan dan strategi dari tenis, serta kecepatan dan dinamika dari squash. Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan tertutup dengan dinding kaca dan jaring, serta dalam format ganda (dua lawan dua). Kombinasi ini menciptakan pengalaman bermain yang cepat, seru, dan bersifat sosial, menjadikannya olahraga ideal untuk semua kalangan, baik pemula maupun profesional.
Gambar 1. Perbandingan Lapangan Padel dan Tenis
(sumber: https://sports.eastmatix.id/simak-perbedaan-antara-olahraga-tenis-dan-padel/)
Meskipun sering disamakan, padel dan tenis memiliki banyak perbedaan menarik. Tenis adalah olahraga raket yang dimainkan di lapangan terbuka maupun indoor, secara tunggal (1 lawan 1) atau ganda (2 lawan 2). Tujuan utamanya adalah memukul bola melewati net agar lawan tidak bisa mengembalikannya. Tenis dikenal sebagai olahraga dengan teknik tinggi dan daya tahan fisik yang kuat.
Sementara itu, lapangan padel berukuran lebih kecil dan tertutup pagar kaca di sekelilingnya. Ukuran lapangan padel sekitar 20 × 10 meter, lebih ringkas dibanding lapangan tenis yang berukuran 23,77 × 8,23 meter untuk tunggal. Keberadaan dinding kaca justru menjadi bagian penting dari strategi permainan, karena bola dapat memantul dan tetap dimainkan.
Hal ini membuat padel lebih mengandalkan kerja sama tim dan refleks cepat dibanding kekuatan fisik. Kondisi tersebut menjadikan padel terasa lebih inklusif, siapa pun bisa bermain tanpa harus memiliki kemampuan teknik tingkat tinggi seperti dalam tenis.
Gambar 2 Lapangan golf Marina Bay, Singapura, sebelum dialihfungsikan menjadi RTH
(sumber: https://withasa.com/id/perbedaan-padel-dan-tenis/)
Selain lapangan, perbedaan signifikan juga terdapat pada peralatan yang digunakan. Bola padel sedikit lebih kecil dan memiliki tekanan udara yang lebih rendah dibanding bola tenis. Perbedaan tekanan ini membuat pantulan bola padel lebih lembut dan mudah dikendalikan, sesuai dengan karakter lapangan tertutupnya.
Raket padel pun unik karena tidak menggunakan senar. Permukaannya padat dan memiliki lubang-lubang kecil yang membantu mengurangi hambatan udara dan meningkatkan kontrol pukulan. Sementara itu, raket tenis memiliki senar elastis dengan bingkai yang lebih besar, sehingga menghasilkan pukulan yang lebih kuat dan cepat.
Dengan peralatan yang lebih ringan dan bola yang tidak terlalu cepat, padel menjadi olahraga yang dapat dimainkan oleh berbagai kelompok usia. Baik remaja maupun orang dewasa bisa menikmati permainan ini tanpa merasa terbebani oleh intensitas tinggi seperti dalam tenis profesional.
Padel mengajarkan bahwa olahraga tidak selalu tentang kecepatan, kekuatan, atau kemenangan. Lebih dari itu, padel menekankan kebersamaan, strategi, dan kesenangan dalam bergerak bersama. Sebagai olahraga baru yang sedang naik daun, padel menawarkan pengalaman yang seimbang antara kompetisi dan rekreasi.
Dengan fasilitas yang terus berkembang, komunitas yang inklusif, dan minat masyarakat yang semakin besar, padel berpotensi menjadi ikon olahraga sosial modern di Indonesia.
Sumber
-
RagaSport Indonesia. (2024). Padel Ball vs Tennis Ball.
https://ragasport.co.id/padel-ball-vs-tennis-ball/#2-bola-yang-digunakan-padel-ball-vs-tennis-ball -
SVRG Indonesia. (2024). Perbedaan Padel dan Tenis.
https://svrg.id/blogs/the-journey/perbedaan-padel-dan-tenis?srsltid=AfmBOoqyw95wWbpgr3Ta_VV2mMHGf0IvG3z7khpn6rW38njEqQS5Nvl8 -
Eastmatix Sports. (2024). Simak Perbedaan antara Olahraga Tenis dan Padel.
https://sports.eastmatix.id/simak-perbedaan-antara-olahraga-tenis-dan-padel/